Rasulullah saw, membawa agama Islam yaitu agama 'amal, agama perjuangan (semangat) seperti fiman Allah dalam alqur'an,"Dan bila kamu telah selesai mengerjakan sesuatu, maka hendaklah bekerja (lagi)".
"Dan tiap-tiap orang itu tidak akan menerima ganjaran, melainkan dari buah 'amalnya sendiri!"
Sabda Rasulullah saw.,"Allah mencintai seorang Mu'min yang giat Bekerja".
Bergiatlah kamu mengerjakan segala yang berguna untuk kamu, dan lemah, dan apabila kamu mendapat ujian (musibat), jangan kamu mengaduh atau mengeluh dengan perkataan "Ah, kalau aku kerjakan begitu, tentu begitu-begini, tetapi Camkanlah dalam Hati, Allah yang berkuasa memastikan kadar, dan tentu berbukti apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya berandai-andai atau berkata,"Kalaulah" itu membuka kesempatan bagi syetan". (HR. Muslim)
Akan tetapi Islam bukan hanya menganjurkan saja, tetapi juga mengatur dan menyusun supaya hubungan satu dengan lain itu membawa kemashlahatan bagi umum.
Dan Islam menjaga segala gerak tindak yang mungkin melemahkan dan melumpuhkan kekuatan umat, atau meremukan sendi-sendi kekuatan jihad, "Rasa aman dan tentram" meliputi segala lapisan rakyat dan golongan;
* yang miskin terjamin kehidupannya
* yang kaya terpelihara hartanya
Sebab demikian karena semuanya itu diliputi oleh rasa kesosialan didorong oleh kekuasaan pemerintahnya dan dikuatkan oleh undang-undang.
Ilmu Ijtima' dalam agama itu membawa kemashlahatan pergaulan (Ishlahul Mujtama') dengan beberapa jalan;
1. Memberi hak dan kedudukan yang tentu kepada kaum IBU dan disyariatkan undang-undang yang dapat memberi perlindungan nasibnya dan membuka pintu kemajuan bagi mereka sebagai pemudi, sebagai ISTRI dan sebagai Ibu.
2. Memberi perlindungan bagi kaum yang biasanya ditindas, dihina seperti anak belian dan kaum buruh yang diperkuda oleh majikannya, diadakan bermacam-macam kifarat (kafarah) untuk menebus mereka, memerdekan mereka.
3. Islam membasmi pengangguran, semuanya mesti berjihad beramal. Waktu hijrah dari Madinah ke Mekkah semua kaum Muslimin tidak ada yang menganggur, sehingga menjadi buah tutur orang pada masa itu,"Istahaa Latir Rimalu Dzahaban" (Lautan Pasir beralih menjadi Emas).
4. Islam mewajibkan menuntut ilmu, WAJIB seperti wajibnya salat. Dalam negara-Islam HARAM adanya hamba Allah yang buta huruf atau BUTA HATI. Di jaman Rasulullah saw. tawanan-tawanan yang berilmu diperintah supaya mengajar anak-anak Islam dan dunia mengakui serta menyaksikan bahwa "Bibliophilisme" sangat besar dalam masyarakat Islam, yang menunjukkan betapa besarnya perhatian PEMERINTAH terhadap pengajaran.
5. Islam dalam sosial menegakan keadilan secara Tuhan, menghilangkan kedhzaliman dan mengatur hukum dan undang-undang yang dapat menjamin hak masing-masing; hak pa tani dengan masalah tanahnya, hak tukang dagang dengan dagangannya, yang didasarkan kepada;"Jangan menyempitkan orang lain, dan janganlah satu-sama lain sempit-menyempitkan, Permudahlah segala urusan dan janganlah kamu bikin kesulitan".
Selain dari pada itu, sosial Islam mengharamkan segala macam bentuk perjudian walaupun dengan maksud "Niat Baik" serta juga mengharamkan minuman keras walaupun diniatkan untuk obat dan mengharamkan perjinahan dan ditutup segala pintu yang menghampiri hal itu dan mengharamkan berusaha dengan jalan Riba.
2.02.2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar