Dan mereka bertanya kepadamu tentang (hukum) haid. Maka jawab olehmu,”Haid itu suatu gangguan/kotoran. “Maka hendaklah kamu berjauh diri dari perempuan pada tempat haidnya, dan janganlah kamu mencampurinya sebelum mereka suci. Apabila mereka telah bersuci, hendaklah kamu datangi mereka di tempat yang Allah perintahkan. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan juga mencintai orang-orang yang bersuci. Isteri-isteri kamu itu ladang bagi kamu, maka datangilah ladangmu itu sebagaimana kamu kehendaki, dan sediakanlah untuk diri kamu, dan takutlah kepada Allah, dan ketahuilah sesungguhnya kamu pasti akan menghadap-Nya, dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman”.
Dari Anas: Bahwasanya orang-orang Yahudi itu, apabila isterinya haid, mereka tidak menemaninya makan dan tidak mengumpulkannya di rumah-rumah. Para sahabat bertanya kepada Nabi saw. Lalu Allah menurunkan ayat “yas alunaka…..” hingga akhir ayat. Rasulullah saw. bersabda,’Perbuatlah segala sesuatu (kepada isterimu) kecuali nikah (jimak)…”.
Dari sebagian isteri Nabi saw.,”Bahwa Nabi saw. apabila menghendaki “sesuatu” kepada istenya yang haid, maka beliau memakaikan kain pada farjinya”.
Dari Aisah, ia berkata,”Rasulullah saw. pernah bersandar kepadaku padaha aku sedang haid lalu beliau membaca Alquran”.
Dari Jabir, ia berkata,”Orang-orang Yahudi berkata berkata,’Apabila seseorang mendatangi isterinya dari arah belakang, maka anaknya akan lahir dalam keadaan juling!. Lalu turunlah ayat “nisa ukum hartsul lakum …."
Dari Abu Hurairah dari Nabi saw. beliau bersabda,’Siapa yang mencampuri isterinya yang sedang haid, atau pada duburnya, atau mendatangi dukun (paranormal), maka sungguh ia telah kufur kepada wahyu yang diturunkan kepada Muhammad saw.”.
Dari Khuzaimah bin Tsabit,”Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,’Wahai manusia! Sesungguhnya Allah tidak malu kepada kebenaran, janganlah kamu mencampuri isteri pada duburnya”.
QS. Al-Baqarah:222-223
Dari Anas: Bahwasanya orang-orang Yahudi itu, apabila isterinya haid, mereka tidak menemaninya makan dan tidak mengumpulkannya di rumah-rumah. Para sahabat bertanya kepada Nabi saw. Lalu Allah menurunkan ayat “yas alunaka…..” hingga akhir ayat. Rasulullah saw. bersabda,’Perbuatlah segala sesuatu (kepada isterimu) kecuali nikah (jimak)…”.
HR. Muslim
Dari sebagian isteri Nabi saw.,”Bahwa Nabi saw. apabila menghendaki “sesuatu” kepada istenya yang haid, maka beliau memakaikan kain pada farjinya”.
HR. Abu Daud
Dari Aisah, ia berkata,”Rasulullah saw. pernah bersandar kepadaku padaha aku sedang haid lalu beliau membaca Alquran”.
HR. Al-Bukhari dan Muslim
Dari Jabir, ia berkata,”Orang-orang Yahudi berkata berkata,’Apabila seseorang mendatangi isterinya dari arah belakang, maka anaknya akan lahir dalam keadaan juling!. Lalu turunlah ayat “nisa ukum hartsul lakum …."
HR. Al-Bukhari
Dari Abu Hurairah dari Nabi saw. beliau bersabda,’Siapa yang mencampuri isterinya yang sedang haid, atau pada duburnya, atau mendatangi dukun (paranormal), maka sungguh ia telah kufur kepada wahyu yang diturunkan kepada Muhammad saw.”.
HR. At-Tirmidzi
Dari Khuzaimah bin Tsabit,”Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,’Wahai manusia! Sesungguhnya Allah tidak malu kepada kebenaran, janganlah kamu mencampuri isteri pada duburnya”.
HR. Ahmad



0 komentar:
Posting Komentar