Tsa’labah bin Hatib Al-Anshari adalah orang yang hidup di jaman Nabi saw. Ia seorang ahli ibadah, ahli pengajian, mudah menerima nasihat, dan juga tidak pernah ketinggalan salat berjamaah dengan Nabi saw. Hanya ia termasuk golongan orang-orang miskin dan melarat.
Suatu ketika Tsa’labah memohon kepada Rasulullah agar didoakan menjadi orang yang berkecukupan. Lalu Rasulullah saw. menasehatinya, bahwa harta sedikit yang disyukuri jauh lebih baik dari pada harta banyak tetapi tidak dapat disyukuri. Namun Tsa’labah pun bersikukuh dan bersumpah kepada Rasulullah atas nama Allah, jika Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya pasti akan kutunaikan kewajibanku terhadap orang-orang yang berhak. Melihat keseriusan Tsa’labah Rasulullah pun mengabulkan permintaannya sambil memberikan seekor kambing betina yang sedang bunting kepadannya. Beliau berdoa “Allohummar Zuq Tsa’labata Malan” (ya Allah, berilah Tsalabah rezeki berupa harta)
Suatu ketika Tsa’labah memohon kepada Rasulullah agar didoakan menjadi orang yang berkecukupan. Lalu Rasulullah saw. menasehatinya, bahwa harta sedikit yang disyukuri jauh lebih baik dari pada harta banyak tetapi tidak dapat disyukuri. Namun Tsa’labah pun bersikukuh dan bersumpah kepada Rasulullah atas nama Allah, jika Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya pasti akan kutunaikan kewajibanku terhadap orang-orang yang berhak. Melihat keseriusan Tsa’labah Rasulullah pun mengabulkan permintaannya sambil memberikan seekor kambing betina yang sedang bunting kepadannya. Beliau berdoa “Allohummar Zuq Tsa’labata Malan” (ya Allah, berilah Tsalabah rezeki berupa harta)




